Lihat Peta Kabupaten Kebumen di peta yang lebih besar

Album Geodet 82 Gama

Minggu, 14 November 2010

Metode Pengukuran Detail

Pengukuran Detail Situasi

Titik-titik detail situasi dapat dibedakan atas titik detail buatan, seperti : gedung, jembatan, jalan dan lain sebagainya serta titik detail alam, seperti : sungai, gunung, serta bentuk alam lainnya. Dengan adanya berbagai bentuk detail dari yang teratur hingga bentuk yang tidak beraturan serta faktor kesulitan medan, sehingga kita harus jeli dan tangkas dalam memilih metode pengukuran detail agar kita dalam melaksanakan pengukuran tersebut bisa efisien dan optimal mungkin sehingga tidak banyak menguras tenaga.

Metode Pengukuran titik detail di lapangan dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :

1. Pengukuran detail dengan Metode Ekstrapolasi
2. Pengukuran detail dengan Metode Interpolasi
3. Pengukuran detail dengan Metode Pemotongan

Pengukuran Detail dengan Metode Ekstrapolasi
Pengukuran dengan metode ekstrapolasi ini ada dua sisitm yaitu :

a. Ekstrapolasi koordinat ortogonal ( lihat gambar 1.)

Keterangan gambar :
A, B, ......, K = titik-titik poligon
AB, AK = sisi-sisi poligon
P, Q, R, S, T..= proyeksi titik sudut gedung ke sisi poligon

Pada sistim ini gambar detail ( gedung ) didapat dengan cara memproyeksikan titik-titik sudut (bagian) dari detail ke sisi poligon yang terdekat dengan pertolongan prisma. Jarak proyeksi titik detail ke sisi poligon diukur dengan pegas ukur.

b. Ekstrapolasi koordinat kutub ( lihat gambar 2. )

Keterangan gambar :
A, B : titik poligon
K, L, M, N : titik sudut detail (gedung)
αAK, αAL, αAM : azimut titik detail K, L, M terhadap A
αBL, αBM, αBN : azimut titik detail L, M, N terhadap titik B

Pada sistim ini gambar detail diperoleh dengan cara mengukur besarnya azimut dari titik-titik detail terhadap salah satu titik poligon dan jarakna diukur secara optis.

Pengukuran Detail dengan Metode Interpolasi

Pada sistim ini pengukurannya adalah dengan cara menarik titik potong pelurusan titik detail terhadap sisi poligon (potongan sisi poligon) tersebut diukur panjangannya dengan pegas ukur.
Jadi pada sistim ini titik detail seolah-olah digantungkan pada dua buah sisi poligon (Lihat gambar 3).

Keterangan gambar :
A, B, C, D : titik-titik poligon
a, b, c, d : titik potong pelurusan detail dengan sisi poligon








Pengukuran Detail dengan Metode Pemotongan

Metode ini menggunakan dasar bahwa perpotongan antara dua buah garis arah akan menentukan satu titik tertentu.( lihat gambar 4.).

Keterangan gambar :
      A, B, C, D : titik-titik poligon
      1, 2, 3, 4, : titik-titik detail
      αA1, αA2, αA3 : azimut titik-titik detail yang diukur dari A
      αB1, αB2, αB3 : azimut titik-titik detail yang diukur dari B

Pada gambar 4 di atas titik detail yang berada di tepi sungai menentukan bentuk sungai tersebut.
Terhadap titik detail 1. 2. 3 tersebut diukur azimut masing-masing dari dua titik poligon terdekat, sehingga garis arah dari kedua titik poligon ini saling berpotongan pada titik-titik detail tersebut.

Comments :

0 komentar to “Metode Pengukuran Detail”

Poskan Komentar

Page View Histas

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by GeoMecator

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger