Lihat Peta Kabupaten Kebumen di peta yang lebih besar

Album Geodet 82 Gama

Sabtu, 13 November 2010

Pengukuran Jaring Kontrol Vertikal

Pengukuran Jaring Kontrol Vertikal

Pada pengukuran jaring kontrol vertikal ada tiga macam penentuan tinggi yaitu :

1. Metode Sipat Datar
2. Metode Trigonometris
3. Metode Barometris.

Didalam pengukuran koordinat vertikal, untuk titik-titik poligon dan titik-titik kontrol atau Control Point dipakai metode Sipat Datar dengan menggunakan instrumen waterpass sebagai contoh gambar.1, sedangkan untuk pengukuran detail situasi menggunakan metode Trigonometris dengan menggunakan instrumen theodolit.seperti contoh instrumen gambar.2.
Sipat Datar

Sipat Datar ( Water Passing ) adalah pengukuran yang menyangkut beda tinggi antara dua buah titik, atau pengukuran tinggi suatu titik, atau pengukuran suatu titik terhadap bidang datum tertentu, untuk keperluan survey pemetaan sebagai bidang datum atau bidang referensi adalah bidang permukaan air laut rata-rata ( Mean Sea Level ).

 Dalam pekerjaan pengukuran Sipat Datar ini beda tinggi antara titik-titik ditentukan dengan garis visier yang mendatar yang ditujukan ke rambu-rambu vertikal pada titik-titik yang akan ditentukan ketinggiannya.

 Sebelum melangkah lebih jauh apa sih bidang referensi itu ? bisa dilihat pada gambar. 3 dibawah ini.
Keteranga Gambar 3. :

A, B : titik-titik di permukaan tanah
hA, hB : tinggi titik A dan tinggi titik B diatas bidang referensi.





Rumus Dasar Sipat Datar

Dengan menggunakan bidang nivo, garis “visier” horisontal diarahkan ke rambu yang ditempatkan pada titik-titik yang akan ditentukan selisih ketinggiannya. Lihat gambar 4.
Keterangan gambar 4. :
   
    A, B         = titik yangakan dicari beda tingginya
    hA, hB     = tinggi titik A dan B di atas  permuka an air laut ( M.S.L )
    Rambu A = rambu belakang
    Rambu B = rambu depan
             a, b = bacaan rambu belakang dan rambu depan
       d1, d2 = jarak intrumen ke rambu belakang dan rambu depan
         Ϫ hAB = beda tinggi antara titik A dan B




Pengukuran beda tinggi dengan cara sipat datar dalam satu “slag” adalah sebagai berikut :

a. Letakkan instrumen diantara rambu/baak ukur belakang dan depan diusahakan berjarak sama  terhadap rambu/baak belakang dan rambu/baak depan.

b. Dibaca tinggi garis “visier” pada rambu A, sebagai a kemudian dibaca garis visier pada rambu B dengan bacaan b. Sehingga didapat selisih tinggi antara titik A dan titik B adalah :

Ϫ hAB = a – b = hA – hB

Jika, hA < hB, maka Ϫ hAB negatif, berarti titik B lebih rendah dari titik A. Jika hA > hB, maka Ϫ hAB positif, berarti titik B lebih tinggi dari titik A. Apabila jarak kedua titik A dan B sangat jauh, maka pengukuran dilakukan dengan sipat datar memnjang.

Comments :

0 komentar to “Pengukuran Jaring Kontrol Vertikal”

Posting Komentar

Page View Histas

Blog Archive

 

Copyright © 2009 by GeoMecator

Template by Blogger Templates | Powered by Blogger